Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali mengusulkan puluhan sekolah untuk memperoleh Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Sebanyak sekitar 80 sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP diusulkan menyusul keberhasilan pelaksanaan program serupa pada tahun 2025.
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pihaknya sukses melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan menyerap anggaran pemerintah pusat melalui APBN senilai Rp20,8 miliar. Program tersebut difokuskan pada pembangunan, rehabilitasi, serta pembenahan sarana prasarana dan fasilitas penunjang pendidikan di sejumlah TK, SD, dan SMP.
“Program revitalisasi tahun 2025 berjalan dengan baik dan tuntas sesuai perencanaan, dengan pendampingan, pengawalan, serta pengamanan dari pihak Kejaksaan,” ujar Budi Sastrawan dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, revitalisasi satuan pendidikan merupakan bantuan pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi, pembangunan, serta penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran. Program ini merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“Revitalisasi Satuan Pendidikan adalah program strategis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas. Tujuannya memastikan sekolah memiliki fasilitas yang memadai demi kelangsungan dan peningkatan mutu pembelajaran, termasuk di Kabupaten Sumbawa,” paparnya.
Menurut Budi Sastrawan, pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan sistem swakelola melalui panitia khusus P24S. Panitia tersebut melibatkan pihak sekolah, komite sekolah, serta unsur masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat (Pokmas). Skema ini dinilai efektif karena mendorong transparansi, partisipasi masyarakat, dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan revitalisasi tahun 2025 dapat diselesaikan dengan baik sesuai rencana dan tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Berdasarkan keberhasilan tersebut, Dikbud Sumbawa kembali mengusulkan sekitar 80 sekolah pada tahun 2026 untuk mendapatkan program revitalisasi. Sekolah-sekolah yang diusulkan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP, dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kondisi sarana prasarana masing-masing sekolah.
“Saat ini kami masih menunggu kabar hasil penggodokan dari pemerintah pusat melalui direktorat masing-masing jenjang di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Budi Sastrawan.
Ia berharap usulan tersebut dapat disetujui sehingga upaya peningkatan kualitas lingkungan belajar di Kabupaten Sumbawa dapat terus berlanjut. Menurutnya, ketersediaan sarana dan prasarana yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kenyamanan peserta didik dalam proses belajar mengajar. (DS/02)

