Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan posisinya dalam peta pembangunan nasional, setelah ditetapkan sebagai salah satu lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan Integrated Poultry Industry, atau industri unggas terintegrasi bernilai investasi triliunan rupiah.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Sabtu (3/1/2025), meninjau langsung lokasi rencana ground breaking proyek tersebut di lahan seluas kurang lebih 10 hektar yang berada di sekitar Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Serading. Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek strategis yang secara nasional hanya ditetapkan di lima provinsi. Lima wilayah yang menjadi lokasi pengembangan industri unggas terintegrasi itu masing-masing adalah Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Proyek Integrated Poultry Industry ini direncanakan akan dilaunching sekaligus dilakukan ground breaking secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam waktu dekat. Pemerintah pusat menempatkan proyek ini sebagai bagian penting dari agenda penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor peternakan unggas.
Khusus di Provinsi NTB, pengembangan industri unggas terintegrasi tersebut direncanakan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp 1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, empat unit akan dibangun di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi di NTB.
Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT Serading. Lokasi ini dinilai memenuhi berbagai persyaratan teknis dan kini telah memasuki tahap kesiapan untuk pelaksanaan ground breaking.
Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa kehadiran proyek nasional tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah sektor peternakan, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Dengan konsep terintegrasi dari hulu hingga hilir, proyek ini diharapkan mampu mendorong efisiensi produksi, menjaga stabilitas pasokan, dan meningkatkan daya saing industri unggas nasional.
“Ini adalah momentum penting bagi Kabupaten Sumbawa. Kita tidak hanya menjadi lokasi proyek, tetapi menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan dan peternakan,” ujar Bupati di sela-sela peninjauan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek tersebut. Dukungan itu meliputi percepatan perizinan, kesiapan dan kepastian lahan, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Agar proyek dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (DS/02)

