BOSP PAUD 2026 Capai Rp11,9 Miliar, Sasar 570 Lembaga

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kembali menyalurkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 11,9 miliar dan akan disalurkan kepada 570 lembaga PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK) di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dikbud Sumbawa, Fathul Yamin, S.Pd, menjelaskan bahwa jumlah penerima BOSP meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan masuknya 15 lembaga baru yang memenuhi persyaratan.

“Alhamdulillah, BOSP tahun ini sekitar Rp 11,9 miliar lebih, dan ada penambahan lembaga baru,” kata Fathul Yamin di sela-sela sosialisasi dana BOSP, Selasa (20/1/2026).

Dana BOSP 2026 akan disalurkan dalam dua tahap, yakni periode Januari–Juni dan Juli–Desember. Mekanisme pencairan bergantung pada pelaporan daring (online) masing-masing lembaga sesuai ketentuan Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis BOSP.

Menurut Fathul, anggaran BOSP digunakan untuk mendukung operasional lembaga, termasuk pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE), rehabilitasi ringan, honorarium tenaga pendidik, pengadaan buku, pengembangan perpustakaan, kegiatan ekstrakurikuler, administrasi sekolah, serta biaya listrik, air, dan layanan pendukung lainnya.

“Semua penggunaan anggaran harus sesuai juknis yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Dari 644 lembaga PAUD yang terdata, sebanyak 570 lembaga memenuhi syarat dan akan menerima BOSP, sementara 74 lembaga lainnya belum dapat menerima bantuan karena data belum sinkron di Dapodik. Meski begitu, Dikbud berkomitmen memperjuangkan lembaga yang belum menerima bantuan dengan melakukan sosialisasi dan pengajuan kembali ke pusat.

Besaran dana yang diterima setiap lembaga bervariasi berdasarkan jumlah peserta didik. Lembaga dengan jumlah siswa terbanyak bisa menerima hingga Rp 79 juta, sedangkan lembaga kecil menerima sekitar Rp 1,2 juta.

Kepala Seksi Kurikulum PAUD dan PNF, Iman Wahyuddin, SH, menambahkan bahwa proses verifikasi dan sosialisasi sedang berlangsung. Tahap pertama pencairan BOSP diperkirakan akan segera direalisasikan, dengan beberapa lembaga sudah menerima dana di rekening mereka.

“Proses tahun ini lebih cepat dibanding sebelumnya. Kami harap semua lembaga dapat memanfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini,” ujarnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts