Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa terus mengupayakan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang dibiayai pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas peluang sekolah-sekolah di daerah memperoleh bantuan rehabilitasi gedung dan fasilitas belajar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Budi Sastrawan melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD), Muhammad Husnul Alwan, S.Ag., mengatakan keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan infrastruktur pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah terus memfasilitasi satuan pendidikan agar dapat memenuhi persyaratan administrasi dan masuk dalam usulan program revitalisasi yang diseleksi pemerintah pusat.
Menurut Alwan, program revitalisasi merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
“Di daerah kami terus berupaya agar sebanyak mungkin sekolah di Kabupaten Sumbawa memperoleh kesempatan mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, hingga saat ini delapan sekolah di Kabupaten Sumbawa telah memperoleh bantuan revitalisasi dan proses rehabilitasi bangunan maupun sarana pendidikannya sedang berlangsung. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan revitalisasi untuk 24 sekolah lainnya yang terdiri atas 12 Sekolah Dasar (SD) dan 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh usulan tersebut masih menunggu proses verifikasi dan penilaian dari pemerintah pusat.
Untuk meningkatkan peluang sekolah memperoleh bantuan, Dikbud Sumbawa telah melakukan berbagai langkah pendampingan. Salah satunya melalui sosialisasi kepada kepala sekolah dan operator satuan pendidikan mengenai tata cara pengisian aplikasi usulan revitalisasi yang disiapkan Kemendikdasmen.
Pendampingan tersebut dinilai penting mengingat kelengkapan administrasi dan validitas data menjadi salah satu faktor utama dalam proses penilaian. Karena itu, seluruh sekolah diminta memastikan pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dilakukan secara berkala serta melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan dalam sistem usulan revitalisasi.
“Kami berharap seluruh sekolah aktif memperbarui data Dapodik dan melengkapi aplikasi revitalisasi sesuai ketentuan. Data yang lengkap dan valid akan menjadi salah satu dasar dalam proses penilaian pemerintah pusat,” katanya.
Alwan menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh satuan pendidikan untuk memperoleh bantuan revitalisasi sesuai kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah. Karena itu, seluruh sekolah akan difasilitasi secara bertahap agar dapat masuk dalam daftar usulan.
“Kami ingin memastikan tidak ada sekolah yang merasa diabaikan. Semua sekolah akan kami fasilitasi untuk mengajukan usulan revitalisasi. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan usulan disampaikan, proses selanjutnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui tahapan verifikasi dan penetapan,” tegasnya.
Menurut Alwan, revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Dengan tersedianya ruang kelas dan fasilitas pendidikan yang lebih representatif, diharapkan proses belajar mengajar berlangsung lebih optimal serta mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan kinerja tenaga pendidik.
Dikbud Sumbawa optimistis sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kepala sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan akan meningkatkan jumlah sekolah yang memperoleh bantuan revitalisasi setiap tahunnya. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa. (DS/02)

