Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengupayakan penguatan layanan kesehatan melalui pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang berlokasi di kawasan Sering, Kecamatan Unter Iwes. Proyek pengembangan rumah sakit tersebut dinilai membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar dapat terealisasi secara optimal.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan RSUD Sumbawa menjadi fasilitas kesehatan yang lebih representatif dan berdaya saing. Upaya tersebut ditempuh melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memperoleh dukungan pendanaan.
Sebagai bagian dari langkah strategis, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa melakukan audiensi ke Kementerian Kesehatan pada 29 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memperjuangkan penguatan infrastruktur serta peningkatan kapasitas RSUD Sumbawa agar dapat berfungsi sebagai rumah sakit rujukan yang lebih maju.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan diterima oleh jajaran Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, termasuk Direktorat Fasilitas Kesehatan Rujukan, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Rujukan, serta Biro Perencanaan dan Bidang Anggaran Kementerian Kesehatan. Audiensi ini dimanfaatkan untuk menyampaikan kebutuhan strategis daerah, khususnya terkait pembangunan fisik dan peningkatan mutu layanan kesehatan.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami terus melakukan advokasi dan membangun komunikasi aktif dengan pemerintah pusat agar RSUD Sumbawa dapat masuk dalam prioritas pembangunan nasional, baik melalui kebijakan sektor kesehatan tahun 2026 maupun skema penganggaran strategis tahun 2027,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas layanan melalui persiapan reakreditasi RSUD Sumbawa pada 2027. Dalam rangka itu, pihak rumah sakit melakukan diskusi dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit, termasuk bersama tokoh akreditasi nasional, Sutoto.
Pembahasan mencakup berbagai indikator penting, seperti peningkatan mutu pelayanan medis, standar keselamatan pasien, tata kelola manajemen rumah sakit, serta penguatan sistem rujukan sesuai standar nasional. Upaya ini menunjukkan bahwa pengembangan RSUD Sumbawa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.
“Harapan kami, RSUD Sumbawa dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan unggulan, baik dari sisi sarana prasarana maupun mutu pelayanan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai,” kata dr. Mega Harta.
Langkah proaktif yang dilakukan pemerintah daerah dan manajemen RSUD Sumbawa tersebut menjadi bagian dari strategi besar transformasi sektor kesehatan di Kabupaten Sumbawa. Dengan dukungan anggaran pusat dan kesiapan peningkatan mutu layanan, RSUD Sumbawa diharapkan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan yang berkualitas. (DS/02)

