Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan calon sapi bantuan masyarakat (Banmas) dari Presiden Republik Indonesia untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026.
Persiapan ini dilakukan menyusul permintaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Nusa Tenggara Barat agar daerah segera mengusulkan ketersediaan hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Saifuddin, S.P., dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026), mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga ekor sapi terbaik milik peternak lokal untuk diajukan sebagai kandidat sapi Banmas Presiden.
“Tiga calon sapi ini kami siapkan untuk dipilih mana yang paling memenuhi kriteria sebagai sapi bantuan Presiden,” ujarnya.
Ia merinci, ketiga sapi tersebut terdiri dari sapi jenis Peranakan Ongole (PH) dengan bobot 1.020 kilogram milik peternak Junaidi Edo di Dusun Limung, Kecamatan Moyo Utara, dengan kisaran harga Rp100 juta.
Selanjutnya, sapi jenis PH berbobot 970 kilogram milik peternak Sujarman di Kelurahan Bugis, dengan kisaran harga Rp90 juta. Satu kandidat lainnya adalah sapi jenis Simental dengan bobot 800 kilogram milik Arie Jalal di Kelurahan Brangbiji, dengan kisaran harga Rp65 juta.
Saifuddin menjelaskan, seluruh data dan kelengkapan administrasi ketiga sapi tersebut telah disampaikan kepada DPKH Provinsi NTB. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil seleksi dan penetapan dari pemerintah pusat terkait sapi yang akan dipilih sebagai bantuan Presiden.
Menurutnya, proses seleksi tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kondisi kesehatan hewan, bobot, hingga kelayakan sebagai hewan kurban.
Pemerintah daerah berharap, salah satu sapi asal Sumbawa dapat terpilih sebagai sapi Banmas Presiden, sehingga tidak hanya membantu masyarakat penerima, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi peternak lokal serta mendorong peningkatan kualitas peternakan di daerah. (DS/02)

