Dua KDMP di Sumbawa Mulai Beroperasi

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Realisasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumbawa masih jauh dari target. Namun, dari total 165 lokasi yang direncanakan, dua KDMP telah beroperasi hingga saat ini.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengungkapkan bahwa program nasional tersebut sejatinya telah dirancang mencakup 157 desa dan sekitar 8 kelurahan. Namun, progres di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait penyediaan lahan dan administrasi aset.

“Yang sudah beroperasi baru dua lokasi. Sementara yang sudah disetujui dan tidak bermasalah lahannya sekitar 20 titik, dan sisanya masih dalam proses,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar pembangunan KDMP memanfaatkan aset milik pemerintah daerah, kementerian/lembaga, hingga BUMN dan BUMD. Namun, penggunaan aset tersebut memerlukan proses administrasi yang tidak sederhana.

Saat ini, terdapat sekitar 64 titik lahan milik pemerintah yang masih dalam tahap perhitungan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Lahan-lahan tersebut, umumnya memiliki bangunan lama seperti bekas puskesmas atau sekolah. Bangunan ini harus dihitung sebagai aset, sebelum dihapus secara resmi melalui mekanisme yang berlaku.

Selain itu, kendala juga muncul di wilayah kepulauan seperti Pulau Moyo, Medang, dan Pulau Panjang, yang sebagian masih dalam tahap perencanaan. Keterbatasan lahan dengan spesifikasi yang sesuai menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk pembangunan gedung KDMP yang membutuhkan area melebar, guna menampung toko dan gudang.

“Di beberapa kelurahan di Kota Sumbawa Besar juga ada yang tidak memiliki lahan yang sesuai. Ini menjadi tantangan, sehingga kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait,” kata Suharmaji.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus dilakukan, termasuk dengan Kodim 1607/Sumbawa, sebagai leading sektor pelaksanaan program di daerah. Pemerintah daerah juga berupaya menjalin komunikasi dengan kementerian/lembaga serta pemilik aset lainnya, guna mempercepat realisasi pembangunan.

Meski baru dua KDMP yang beroperasi, pemerintah daerah mulai melihat potensi aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan, terutama dalam penyediaan sembilan bahan pokok dan kemungkinan distribusi LPG. Ke depan, tidak menutup kemungkinan sektor perbankan juga akan terlibat dalam mendukung operasional koperasi, termasuk penyaluran kredit usaha rakyat.

Suharmaji menilai, momentum menjelang Hari Raya Iduladha dapat menjadi peluang awal untuk mengoptimalkan operasional KDMP yang sudah berjalan, mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok.

Lebih lanjut Suharmaji mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan KDMP. Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala teknis dan administratif, demi mendukung penguatan ekonomi desa dan kelurahan. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts