Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Sumbawa tahun lalu belum berjalan maksimal. Keterbatasan peralatan pendukung, menjadi faktor utama yang memengaruhi cakupan layanan, meski secara umum program tersebut telah terlaksana dengan lancar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, mengungkapkan bahwa pada tahun pertama pelaksanaan, layanan cek kesehatan gratis sudah dijalankan melalui sejumlah puskesmas dan rumah sakit rujukan. Namun, kuota dan dukungan sarana pemeriksaan masih terbatas.
“Secara umum berjalan lancar, tetapi karena ini tahun pertama, kuotanya masih sedikit dan peralatan pendukungnya belum sepenuhnya siap. Itu yang membuat cakupannya belum maksimal,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Dedy, kendala utama bukan terletak pada tenaga kesehatan. SDM yang ada, dinilai cukup untuk mendukung pelaksanaan program. Namun, ketersediaan alat uji kesehatan, termasuk perangkat penunjang pemeriksaan dan sistem pengelolaan data, masih menjadi pekerjaan rumah.
Ia menekankan pentingnya kelengkapan alat deteksi dini, terutama untuk penyakit-penyakit kronik yang kasusnya cukup tinggi di Sumbawa, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker payudara. Tanpa dukungan alat yang memadai, upaya pencegahan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.
“Jangan sampai masyarakat datang ketika penyakitnya sudah stadium lanjut dan sulit ditangani. Itu yang ingin kita antisipasi melalui pemeriksaan rutin dan deteksi dini,” katanya.
Selain alat pemeriksaan, sistem rekapitulasi dan integrasi data hasil tes juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah tidak ingin hasil pemeriksaan berhenti sebatas skrining, tetapi harus terhubung dengan penanganan lanjutan yang didukung pembiayaan BPJS Kesehatan.
Evaluasi tersebut menjadi dasar perbaikan pada tahun ini. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, untuk memperkuat dukungan peralatan dan memperluas cakupan program. Seluruh puskesmas yang tersebar di 26 titik, direncanakan dapat melaksanakan cek kesehatan gratis secara menyeluruh.
Dinas Kesehatan juga membentuk satuan tugas khusus guna memastikan distribusi alat, kelancaran layanan, serta pengelolaan data berjalan lebih sistematis.
Dengan pembenahan sarana dan sistem pendukung, Dedy berharap pelaksanaan cek kesehatan gratis tahun ini tidak lagi terkendala keterbatasan alat. Sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan warga rentan penyakit kronik. (DS/02)

