Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, bersama Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori, Pemerintah Kabupaten Sumbawa merealisasikan salah satu program prioritas. Yakni penguatan sektor pertanian melalui pembangunan dan peningkatan sarana prasarana pengairan.
Dari 12 program unggulan yang dicanangkan pada awal pemerintahan, sektor pertanian menjadi fokus utama mengingat sebagian besar masyarakat di Kabupaten Sumbawa menggantungkan hidup pada usaha tani. Pemerintah daerah pun mengalokasikan anggaran lebih dari Rp16,8 miliar untuk pembangunan dan pengadaan infrastruktur pengairan.
Realisasi program tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, terutama Dinas Pertanian serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sejumlah sarana yang telah dibangun dan sebagian disiapkan untuk diserahkan kepada kelompok tani meliputi kantong air, check dam, sumur bor pertanian, embung desa, saluran irigasi dan jaringan perpipaan, hingga pengadaan mesin pompa pengairan.
Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan air di lahan pertanian, meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas areal tanam, serta menekan risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot menegaskan, pembangunan infrastruktur pengairan merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah. Menurutnya, penguatan sistem irigasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis menjaga kesinambungan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita memahami mayoritas masyarakat Sumbawa bergantung pada sektor pertanian. Karena itu, dukungan infrastruktur pengairan menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Ia mengakui, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh agenda pembangunan. Namun, pemerintah daerah tetap berkomitmen mengalokasikan anggaran secara efektif dan tepat sasaran agar program prioritas tetap berjalan.
“Kondisi fiskal memang tidak selalu ideal, tetapi komitmen kami jelas. Program prioritas harus tetap terlaksana. Kami juga terus membangun sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperkuat dukungan pembiayaan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori menambahkan, selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mendorong penguatan kelembagaan petani dan optimalisasi pemeliharaan sarana yang telah dibangun. Langkah tersebut dinilai penting agar infrastruktur pengairan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dengan terealisasinya berbagai infrastruktur tersebut, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian meningkat, stabilitas produksi pangan terjaga, dan kesejahteraan petani di berbagai kecamatan terus membaik.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Jarot–Ansori, sektor pertanian dipastikan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. (DS/02)

