Tiga SPPG Sumbawa Ditutup Sementara

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumbawa, resmi dihentikan sementara operasionalnya. Penutupan itu dipicu insiden keracunan serta konflik internal pengelolaan, yang berdampak langsung pada layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan atas arahan pihak berwenang sebagai langkah evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

“Jadi yang ditutup itu karena disebabkan oleh ada salah satu terjadi insiden keracunan. Sehingga diminta untuk lakukan perbaikan pelayanan dan ini diberikan waktu ya biasanya seperti yang dulu-dulu ya untuk diberikan waktu dalam maksimal itu satu bulan perbaikan nah selama itu dia dihentikan sementara waktu sambil dia memperbaiki diri,” jelasnya, Jumat (20/2/2026).

SPPG yang dihentikan sementara berada di Kecamatan Lunyuk, Empang, dan Tarano. Untuk SPPG Lunyuk, penutupan dipicu insiden keracunan yang terjadi baru-baru ini. Rusmayadi menegaskan, kasus di Lunyuk merupakan yang pertama.

“Kalau lunyuk itu baru sekali keracunan kalau keracunan, sering keracunan itu lunyuk nggak ada dulu,” ujarnya.

Sementara itu, SPPG Empang sebelumnya juga pernah mengalami kasus serupa.

“Empang yang seringnya di empang sama lempe ya,” katanya.

Adapun penghentian operasional di Empang dan Tarano kali ini bukan semata karena faktor kesehatan, melainkan adanya konflik internal antara yayasan dan pengelola.

“Nah sementara yang di empang sama Tarano itu disitu adalah itu persoalan internal mereka konflik internal antara yayasan sama pengelola, kalau itu kan tidak bisa ranah kita tapi kita dari mengharapkan dari satgas itu supaya segera diselesaikan karena berdampak terhadap masyarakat juga dan itu juga pemberhentian sementara itu diberikan waktu untuk perbaikan untuk menyelesaikan masalahnya itu juga satu bulan maksimal,” terangnya.

Menurut Rusmayadi, batas waktu penghentian sementara maksimal satu bulan. Namun, ia mengakui kecil kemungkinan ketiga SPPG tersebut dapat kembali beroperasi sebelum Ramadan berakhir.

“Harapan kita ya mudah-mudahan lah pas puasa anak-anak masuk sudah selesai masalahnya tapi kayaknya gak mungkinlah cepat terkejar lah gitu ya mungkin habis lebaran lah paling tidak sehingga begitu aktif anak-anak ini yang tiga ini sudah juga aktif karena berdampak dia nanti kalau gak operasional,” ucapnya.

Ia mengakui belum memperoleh data pasti terkait jumlah sasaran penerima manfaat di tiga lokasi tersebut.

“Nah belum saya cek ya di bagian empang sama tarano ini sama lunyuk ini berapa?” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut Rusmayadi, berharap proses evaluasi dan penyelesaian persoalan internal dapat segera dituntaskan. Agar pelayanan kembali berjalan normal. Sehingga, tidak mengganggu upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts