Pendistribusian MBG Selama Ramadhan Diusulkan Melalui Tiga Skema

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Selama Ramadhan, pendistribusian MBG ke sekolah di Kabupaten Sumbawa diusulkan melalui tiga skema. Skema tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan, bersama pihak pusat dan koordinator wilayah. Tentunya pendistribusian dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas penyaluran, serta kemudahan bagi siswa dan orang tua.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr Rusmayadi, menjelaskan bahwa terdapat tiga opsi yang dirancang saat ini. Untuk memastikan program MBG tetap berjalan, meski siswa menjalankan ibadah puasa.

“Masih ada tiga skema yang direncanakan. Skema pertama tetap diantar ke sekolah seperti biasa, tetapi bukan makanan basah melainkan makanan kering,” ujar Rusmayadi, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, pada skema pertama, distribusi dilakukan langsung ke sekolah, namun jenis makanan disesuaikan dengan kondisi Ramadhan. Makanan kering seperti roti, dinilai lebih tepat. Karena dapat bertahan hingga waktu berbuka puasa, tanpa mengurangi nilai gizi yang dibutuhkan siswa.

“Roti secara gizi tidak mengurangi seperti biasanya, hanya skemanya memang tidak mungkin menggunakan makanan basah selama bulan puasa. Anak-anak kita kan sedang berpuasa. Jadi harapan kami tetap diantar ke sekolah, tapi dalam bentuk makanan kering yang bisa bertahan sampai waktu berbuka,” jelasnya.

Skema kedua, lanjut Rusmayadi, adalah penentuan titik-titik pengambilan yang telah disepakati. Dalam mekanisme ini, siswa dapat mengambil paket MBG pada sore hari di lokasi yang ditentukan untuk beberapa sekolah sekaligus.

Namun, ia menilai skema tersebut berpotensi menimbulkan kendala di lapangan. “Kalau menetapkan satu lokasi untuk beberapa sekolah, lalu anak-anak disuruh mengambil, kami khawatir orang tua kesulitan. Bisa jadi karena kesibukan atau hal lain, akhirnya bantuan tidak tersalurkan,” katanya.

Adapun skema ketiga adalah pengantaran langsung ke rumah masing-masing siswa oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski dinilai paling menjangkau, opsi ini disebut cukup berat untuk dilaksanakan.

“Untuk skema ketiga sepertinya berat menurut Korwil. Mengantar ke rumah masing-masing tentu membutuhkan tenaga dan waktu lebih. Kemungkinan besar hanya dua skema yang akan dibahas lebih lanjut,” ungkapnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa cenderung merekomendasikan skema pertama, yakni distribusi ke sekolah dalam bentuk makanan kering. Harapan itu, kata Rusmayadi, telah disampaikan kepada koordinator wilayah agar menjadi pertimbangan dalam penetapan kebijakan.

Meski demikian, keputusan final masih menunggu surat edaran resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah daerah berharap surat tersebut dapat terbit sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai pekan depan.

“Mudah-mudahan Senin depan sudah ada surat edaran resmi dari BGN, sehingga bisa segera kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya telah meminta koordinator wilayah agar segera menginformasikan kepada Satuan Tugas (Satgas) mengenai informasi tersebut. Begitu surat resmi diterbitkan, akan langsung disosialisasikan, guna menghindari keterlambatan informasi di tingkat daerah.

“Jangan sampai Satgas terlambat menerima informasi, sementara masyarakat sudah lebih dulu mengetahui. Karena itu kami minta begitu suratnya keluar, segera disampaikan,” pungkas Rusmayadi. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts