Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pemkab Sumbawa Siapkan Tes Urine

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat lingkup pemkab setempat. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah pelaksanaan tes urine, sebagai upaya preventif.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohammad Ansori, menegaskan persoalan narkoba merupakan masalah nasional yang juga berdampak hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Sumbawa. Terlebih, belum lama ini dilakukan pengungkapan jaringan narkoba besar di Pulau Sumbawa, yang turut menyeret oknum aparat.

“Karena ini masalah nasional, otomatis juga menjadi perhatian serius di Kabupaten Sumbawa. Kami tidak ingin hal seperti itu terjadi di lingkup Pemerintah Daerah,” ujar Ansori, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Sumbawa selama ini telah menjalin kerja sama dengan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam upaya pencegahan maupun penindakan. Beberapa bulan lalu, operasi pemberantasan narkoba dilakukan langsung oleh jajaran Polres Sumbawa, di sejumlah lokasi yang terindikasi menjadi tempat peredaran gelap.

Menurut Ansori, kerja sama dengan BNN lebih difokuskan pada langkah preventif, melalui penyuluhan dan edukasi. BNN bersama pemerintah daerah aktif turun ke masyarakat, menggandeng tokoh agama, tokoh adat, lembaga adat, pondok pesantren, sekolah, hingga komunitas generasi muda. Untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

“Kalau sudah terjadi, tentu ada tindakan hukum dari Kepolisian. Tapi yang paling penting adalah pencegahan. Ini yang terus kami dorong,” katanya.

Terkait kemungkinan tes urine bagi ASN dan pejabat daerah, Ansori menyatakan hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk dilaksanakan. Namun ia menegaskan, tes urine bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah pencegahan agar aparatur pemerintah tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Ini lebih pada upaya preventif. Pemerintah daerah bisa saja bekerja sama dengan Kepolisian dan BNN untuk itu,” ujarnya.

Ansori menambahkan, bahaya narkoba tidak hanya berdampak pada individu pengguna, tetapi juga merusak kondisi ekonomi keluarga dan berpotensi memicu tindak kriminal lain. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat komitmen pemberantasan narkoba.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Jangan sampai generasi muda kita, generasi emas yang sedang kita siapkan, rusak karena narkoba,” pungkasnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts