Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Website resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa dilaporkan disusupi konten judi online. Kasus tersebut menambah daftar website pemerintah daerah yang menjadi sasaran kejahatan siber dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, Drs. Hasanuddin, membenarkan adanya penyusupan tersebut. Ia menyebutkan, kasus pada website BKPSDM merupakan kejadian terbaru setelah sebelumnya sejumlah website perangkat daerah juga mengalami hal serupa.
“Website BKPSDM menjadi yang terbaru disusupi situs judi online. Namun, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di Sumbawa, hampir di semua daerah juga mengalaminya,” ujar Hasanuddin, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, penyusupan terjadi akibat masih lemahnya sistem pengamanan digital pada website pemerintah daerah. Saat ini, sebagian besar website Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk BKPSDM, masih menggunakan layanan hosting pihak ketiga yang berada di luar daerah.
“Kondisi keamanan memang masih terbatas. Selain itu, kita masih menggunakan hosting pihak ketiga, sehingga celah keamanan masih bisa dimanfaatkan oleh peretas,” jelasnya.
Hasanuddin menegaskan, penyusupan pada website BKPSDM tidak sampai merusak atau mencuri data kepegawaian. Aksi peretas hanya mengubah tampilan halaman depan website dengan mengalihkan pengunjung ke tautan bermuatan judi online dan konten tidak pantas.
“Data tetap aman. Yang diserang hanya tampilan depan website. Mereka mengubah halaman dan mengarahkan ke link lain,” katanya.
Setelah kejadian tersebut, Diskominfotiksandi langsung melakukan penanganan dengan membersihkan konten ilegal dan memulihkan tampilan website BKPSDM. Pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi penyusupan ulang.
Sebagai langkah antisipasi, Diskominfotiksandi tengah menyiapkan pola dan perangkat baru untuk meningkatkan pengamanan siber pada seluruh website pemerintah daerah. Penguatan sistem keamanan tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026.
“Secara teknis permasalahan sudah kami identifikasi. Untuk perangkat keamanan, tahun ini sudah kami anggarkan agar pengamanan cyber bisa lebih optimal,” ujarnya.
Selain peningkatan perangkat, Diskominfotiksandi juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), guna memperkuat sistem keamanan website pemerintah daerah.
Hasanuddin menambahkan, keterbatasan sumber daya manusia di bidang keamanan siber juga menjadi tantangan. Untuk itu, Diskominfotiksandi telah merekrut tenaga ahli guna membantu pengelolaan dan pengamanan website, termasuk website BKPSDM.
“Di akhir tahun lalu kami sudah merekrut tenaga-tenaga ahli untuk membantu pengamanan dan pengelolaan sistem,” pungkasnya.
Penguatan keamanan digital dinilai penting mengingat website BKPSDM memuat informasi strategis terkait kepegawaian aparatur sipil negara. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap, dengan peningkatan sistem keamanan, kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah dapat tetap berjalan. (DS/02)

