Dinamikasumbawa.com
SENTUL— Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Selasa (2/2/2026).
Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden, jajaran Kabinet Merah Putih, Kapolri, Panglima TNI, serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia. Turut hadir pula unsur Forkopimda dari seluruh daerah sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam forum strategis tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan nasional yang menyoroti capaian pembangunan sekaligus tantangan besar yang dihadapi Indonesia ke depan. Presiden secara khusus menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.
Presiden mengingatkan seluruh kepala daerah agar memperkuat kesiapsiagaan nasional serta tetap konsisten menjalankan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Demi menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah poin strategis yang menjadi arah kebijakan nasional menuju Indonesia 2027. Salah satu yang disorot adalah potensi krisis global ekstrem, termasuk ancaman “nuclear winter”, yang menuntut negara-negara di dunia untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi konflik internasional. Dalam konteks tersebut, Indonesia ditegaskan tetap berada pada posisi nonblok.
Presiden juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menuai beragam tanggapan publik. Menurut Presiden, program tersebut kini menjadi salah satu kebijakan unggulan nasional yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya penguatan sektor perkebunan, khususnya melalui apa yang disebutnya sebagai revolusi sawit. Komoditas kelapa sawit dinilai sebagai “miracle crop” yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional. Dalam konteks ini, Presiden menegaskan larangan ekspor minyak jelantah sebagai bagian dari upaya menjaga nilai tambah dan mendukung ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius terhadap sektor pariwisata, terutama terkait persoalan kebersihan dan tata kelola lingkungan. Presiden menyinggung kondisi Bali yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, namun kini menghadapi tantangan serius akibat persoalan sampah dan kurang optimalnya pengelolaan lingkungan.
Selain itu, Presiden memperkenalkan gerakan “Gentengisasi”, yakni program penggantian atap seng berkarat dengan genteng yang lebih layak dan sehat. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian rakyat sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, arah kebijakan, dan langkah strategis pembangunan nasional. Presiden menegaskan bahwa pembangunan ke depan harus berorientasi pada kemandirian pangan, kemandirian energi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara nyata, bukan sekadar capaian angka statistik.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa bersama Forkopimda Kabupaten Sumbawa dalam forum nasional tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi pijakan dalam mengimplementasikan kebijakan nasional secara konkret dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (DS/02)

