Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengintensifkan upaya memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna menuntaskan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang baru di kawasan Sering, Kecamatan Unter Iwes. Setelah sebelumnya Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada November 2025, langkah tersebut kembali ditindaklanjuti oleh manajemen RSUD Sumbawa.
Pada Selasa (3/2/2026), Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH, menyambangi Kementerian Kesehatan RI di Jakarta untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pejabat terkait. Kunjungan tersebut bertujuan mendorong realisasi dukungan anggaran pembangunan lanjutan fisik RSUD Sumbawa di kawasan Sering agar rumah sakit rujukan tersebut dapat segera beroperasi secara optimal.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Jakarta, dr. Mega Harta membenarkan kehadirannya di Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti usulan pembangunan lanjutan RSUD Sumbawa. Ia menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan fisik menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa.
Menurut dr. Mega, untuk menuntaskan pembangunan lanjutan tersebut dibutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar. Dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan Gedung B dan Gedung D, penataan lansekap kawasan rumah sakit, pengadaan sarana dan prasarana penunjang, serta pemenuhan berbagai peralatan medis yang dibutuhkan sesuai standar rumah sakit rujukan.
“Untuk menyelesaikan pembangunan fisik lanjutan Gedung B dan D, termasuk lansekap, sarana prasarana, serta peralatan medis di RSUD Sumbawa kawasan Sering Unter Iwes, dibutuhkan anggaran sekitar Rp267 miliar. Karena itu, kami sangat berharap adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, langkah lobi dan komunikasi intensif dengan Kementerian Kesehatan perlu terus dilakukan agar kebutuhan pembangunan tersebut dapat masuk dalam prioritas pendanaan pusat. Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat krusial mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah dalam menanggung seluruh pembiayaan pembangunan rumah sakit berskala besar.
Lebih lanjut, dr. Mega menambahkan bahwa keberlanjutan pembangunan fisik serta pengadaan alat kesehatan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Dengan fasilitas yang memadai dan peralatan medis yang lengkap, RSUD Sumbawa diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Kami berharap paling tidak pada tahun anggaran 2026 atau 2027, dukungan bantuan dari pemerintah pusat dapat direalisasikan sehingga pembangunan RSUD Sumbawa di kawasan Sering dapat segera dituntaskan,” pungkasnya. (DS/02)

