Desa Siaga TB, Strategi Baru Tekan Kasus TBC

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah strategis dalam pengendalian tuberkulosis (TBC) dengan membentuk program Desa Siaga TB. Program ini menekankan kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam mendeteksi kasus baru, memantau kepatuhan pengobatan, serta menekan penularan TBC di tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, mengatakan Desa Siaga TB mengusung konsep Pentahelix. Melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda, ketua RT/RW, dan pihak terkait lainnya untuk ikut aktif dalam upaya pengendalian penyakit menular ini.

“Intinya, kita ingin mengubah sikap pasif masyarakat menjadi aksi nyata. Para tokoh masyarakat berperan mendampingi pasien TBC setiap hari, terutama dalam memastikan pengobatan dijalani sampai tuntas,” ujar Sarip, Rabu (28/1/2026).

Sarip menjelaskan bahwa pengobatan TBC memerlukan waktu minimal enam bulan. Kegagalan mematuhi pengobatan dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga meningkatkan risiko penularan di lingkungan sekitar. Dengan melibatkan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan mendapat dukungan dalam melakukan penemuan kasus baru serta pemantauan kepatuhan pengobatan pasien secara berkelanjutan.

“Pendampingan lingkungan menjadi kunci. Tanpa keterlibatan warga dan tokoh masyarakat, risiko pasien putus obat akan tetap tinggi,” jelas Sarip.

Saat ini, program Desa Siaga TB sedang dijalankan sebagai proyek percontohan di wilayah dengan kasus TBC tinggi. Antara lain Desa Poto di Moyo Hilir, Desa Sebang, dan beberapa wilayah di Kecamatan Unter Iwes. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, wilayah ini tercatat memiliki angka kasus TBC yang cukup signifikan. Sehingga intervensi berbasis komunitas menjadi strategi yang dinilai efektif.

Selain memantau pengobatan, Desa Siaga TB juga menekankan edukasi masyarakat mengenai TBC. Termasuk cara pencegahan penularan, pentingnya pemeriksaan dini, dan dukungan terhadap pasien selama menjalani terapi. Program ini diharapkan mampu menurunkan angka kasus secara bertahap dan menjadi model bagi seluruh desa di Kabupaten Sumbawa.

“Target kami jangka panjang, seluruh desa di Sumbawa bisa menjadi Desa Siaga TB. Dengan keterlibatan semua pihak, kita bisa menekan kasus secara efektif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC,” tambah Sarip.

Dinas Kesehatan juga berencana memperkuat kapasitas tenaga kesehatan desa melalui pelatihan deteksi dini TBC dan pengelolaan data pasien. Sehingga pemantauan bisa lebih akurat dan responsif. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas, dengan kolaborasi aktif dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts