Bupati Sumbawa Tekankan K3 Adalah Penghormatan Atas Nyawa

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, membuka secara resmi Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (27/1/2026).

Seminar K3 Nasional yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” ini dihadiri unsur pemerintah daerah, UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa, para narasumber, pimpinan perusahaan, pelaku usaha, pengelola K3, perwakilan serikat pekerja, serta peserta seminar dari berbagai sektor usaha.

Kepala UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa, Zulkifli Kurniawan, ST, MT, yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyampaikan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan keselamatan serta kesehatan kerja di seluruh sektor industri.

Ia menjelaskan, dengan jumlah tenaga kerja Indonesia yang mencapai 146,54 juta orang, penerapan K3 memiliki peran yang sangat krusial dalam menekan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan semata-mata persoalan prosedur teknis, melainkan bentuk nyata penghormatan terhadap nyawa dan martabat manusia.

“K3 adalah wujud penghormatan terhadap kehidupan. Setiap pekerja berhak pulang ke rumah dengan selamat dan tetap sehat setelah menjalankan tugasnya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi upaya integrasi isu K3 dengan penanganan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), serta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan pemahaman bahwa kesehatan pekerja harus dilihat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ia mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 tercatat sebanyak 30 kasus HIV dan sekitar 500 kasus TBC. Data tersebut, kata Bupati, menjadi pengingat pentingnya penerapan K3 secara komprehensif, termasuk aspek pencegahan penyakit menular di lingkungan kerja.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kepesertaan JKN bagi seluruh pekerja sebagai bentuk perlindungan dan jaring pengaman sosial. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat budaya K3 melalui edukasi berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta keteladanan dari para pimpinan perusahaan dan instansi.

Dengan budaya K3 yang kuat, Bupati berharap dunia usaha di Kabupaten Sumbawa dapat tumbuh dan berkembang secara aman, sehat, produktif, serta bertanggung jawab terhadap pekerja dan lingkungan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa juga menyerahkan plakat dan sertifikat tanda peserta Seminar K3 Nasional kepada pimpinan PT Amman Mineral Nusa Tenggara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen perusahaan dalam penerapan K3. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts