Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA — DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sumbawa ke-67 di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu (21/1). Rapat paripurna tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah ke depan.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, MMInov, didampingi para Wakil Ketua DPRD. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menegaskan bahwa Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Sumbawa tidak boleh dimaknai semata sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, forum paripurna merupakan ruang konstitusional untuk berhenti sejenak dari rutinitas teknokratis pemerintahan, sekaligus melakukan refleksi kolektif atas perjalanan dan arah pembangunan daerah.
“Rapat paripurna ini adalah ruang konstitusional, tempat kita sebagai penyelenggara pemerintahan daerah berhenti sejenak dari rutinitas teknis untuk melakukan refleksi bersama, sejauh mana pembangunan telah berjalan, apa yang telah dicapai, dan ke mana Kabupaten Sumbawa hendak kita bawa ke depan,” ujar Bupati.
Ia mengungkapkan, 67 tahun perjalanan Kabupaten Sumbawa merupakan rentang waktu yang sarat makna dan pelajaran. Sejarah mencatat dinamika kebijakan, pergantian kepemimpinan, pasang surut ekonomi, hingga ketahanan sosial tau dan tana Samawa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak pernah lahir dari satu kebijakan atau satu keputusan tunggal. Pembangunan merupakan hasil akumulasi kerja kolektif lintas generasi, konsistensi kebijakan, serta keberanian mengambil langkah strategis pada momentum yang tepat.
Sejak dilantik bersama Wakil Bupati Sumbawa pada 20 Februari 2025, Bupati menyadari bahwa tahun pertama pemerintahan bukan fase untuk mengejar hasil instan. Periode awal pemerintahan justru diposisikan sebagai fase krusial untuk menata fondasi jangka panjang.
“Tahun pertama pemerintahan adalah fase konsolidasi. Fokus kami menata arah pembangunan, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta menyelaraskan seluruh instrumen perencanaan agar berjalan dalam satu tarikan napas,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 tidak dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai kontrak moral dan kontrak kebijakan antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. RPJMD menjadi dasar penjabaran visi “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera” ke dalam agenda pembangunan yang operasional, terukur, dan berpihak pada kepentingan jangka panjang daerah.
Pada aspek tata kelola pemerintahan, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Sumbawa disebut sebagai capaian penting, namun bukan tujuan akhir.
“Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat layanan dasar, dan mendorong produktivitas ekonomi,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, pemerintah daerah mempercepat digitalisasi sistem pengawasan, memperbaiki mekanisme evaluasi pembangunan, serta membentuk sejumlah satuan tugas tematik. Satgas tersebut dibentuk untuk memotong rantai persoalan yang selama ini berlarut-larut, mulai dari persoalan pupuk, LPG 3 kilogram, irigasi pertanian, hingga pengamanan kawasan hutan.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan bermakna jika hanya berhenti pada pembenahan sistem dan prosedur. Substansi utama pembangunan adalah manusia. Karena itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) ditempatkan sebagai investasi strategis jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggulirkan berbagai program peningkatan kualitas SDM, di antaranya program makan bergizi gratis, pengoperasian sekolah rakyat, penyediaan beasiswa kedokteran dan farmasi, serta penguatan Balai Latihan Kerja (BLK). Program-program tersebut dirancang untuk memutus rantai ketertinggalan dan menyiapkan generasi Sumbawa yang sehat, terampil, dan berdaya saing.
Di sektor ekonomi, arah pembangunan digeser dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju penciptaan nilai tambah. Strategi hilirisasi sektor udang, garam, serta pengembangan industri unggas terintegrasi dipandang sebagai langkah struktural memperkuat basis ekonomi daerah.
Penguatan ekonomi desa juga terus didorong melalui pengembangan Koperasi Merah Putih, pembangunan kampung nelayan, serta pemberdayaan UMKM melalui ruang-ruang ekonomi publik. Upaya tersebut ditujukan agar pertumbuhan ekonomi menyebar dan dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah bergerak secara bertahap namun terukur. Peningkatan indeks jalan mantap, pembangunan ruas strategis Batudulang–Tepal melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah, serta penguatan sistem air minum dan layanan kesehatan disebut sebagai bukti bahwa konektivitas dan layanan dasar tetap menjadi prioritas dengan kehati-hatian fiskal.
Bupati juga menegaskan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Kebijakan Sumbawa Hijau Lestari dijalankan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam, melalui pembentukan Satgas Perlindungan Hutan, gerakan penanaman pohon, serta penerapan insentif berbasis konservasi.
Di sisi sosial dan spiritual, penguatan kegiatan keagamaan, peningkatan kesalehan sosial, serta dukungan terhadap prestasi keagamaan daerah tetap dijaga sebagai fondasi pembangunan manusia seutuhnya.
Menutup pidatonya, Bupati mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari kesenjangan antarwilayah, keterbatasan lapangan kerja, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Karena itu, ia menegaskan pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri.
“Enam puluh tujuh tahun Kabupaten Sumbawa mengajarkan kita bahwa daerah ini tumbuh bukan karena satu figur atau satu periode kepemimpinan, melainkan karena kebersamaan dan komitmen kolektif untuk merawat masa depan,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada DPRD Kabupaten Sumbawa serta seluruh elemen masyarakat atas sinergi dan kebersamaan yang terus terjaga.
“Dirgahayu Kabupaten Sumbawa ke-67. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dalam membangun tau dan tana Samawa yang lebih unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (DS/02)

