Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Program penanaman pohon yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kembali mendapat apresiasi dari kalangan pemerhati lingkungan. Program bertajuk Sumbawa Hijau Lestari yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Desember 2025 di Kecamatan Lantung, dinilai sebagai langkah strategis dan konkret, dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan yang kian mendesak.
Ketua Lingkar Hijau Sumbawa, M. Taufan, menilai program tersebut sebagai terobosan penting di era kepemimpinan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP. Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan upaya nyata dalam menghadapi krisis lingkungan global yang dikenal sebagai triple planetary crisis. Yakni perubahan iklim, polusi, dan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati.
“Ketiga persoalan ini saling berkaitan dan mendesak untuk segera diatasi. Program penanaman pohon merupakan langkah konkret dan strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Taufan, Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan, pohon memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan. Selain menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, pohon juga menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup, menjaga keseimbangan tata air, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan energi. Oleh karena itu, penanaman pohon harus dipandang sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan alam.
“Penanaman pohon bukan hanya solusi atas perubahan iklim dan polusi udara, tetapi juga wujud tanggung jawab manusia sebagai pelindung dan pengelola alam,” lanjutnya.
Sebagai organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan, Lingkar Hijau Sumbawa berharap agar pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, semakin memfokuskan kebijakan dan program pembangunan pada upaya pelestarian lingkungan. Menurut Taufan, dukungan terhadap program-program hijau harus diwujudkan tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam penganggaran.
Ia mendorong agar anggota DPRD Kabupaten Sumbawa turut mendukung program pelestarian lingkungan melalui alokasi anggaran pokok pikiran yang selama ini dinilai masih didominasi proyek-proyek fisik. Taufan menilai, sudah saatnya sebagian anggaran tersebut diarahkan untuk kegiatan yang berdampak langsung pada kelestarian alam.
“Kami berharap para wakil rakyat tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan usaha tani, jalan lingkungan, atau alat dan mesin pertanian. Sesekali, berbuatlah lebih untuk alam dan lingkungan, karena pelestarian alam sangat penting bagi keberlangsungan seluruh makhluk hidup,” tegasnya. (DS/01)

