Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular, dengan memperkenalkan imunisasi Heksavalen kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Kesehatan Sumbawa, ratusan peserta dari berbagai unsur mengikuti pemaparan mengenai pentingnya vaksin kombinasi tersebut bagi kesehatan bayi.
Sosialisasi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pantai Baru, Selasa (18/11/2025), dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Hadir pula perwakilan Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, unsur Forkopimda, OPD terkait, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, kader posyandu, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarip Hidayat, S.KM., M.PH, dalam laporannya menjelaskan bahwa imunisasi Heksavalen merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah enam penyakit sekaligus—Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Polio, dan Haemophilus influenzae tipe B. Vaksin tersebut diberikan kepada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan.
“Imunisasi Heksavalen mengurangi jumlah suntikan, memudahkan orang tua menuntaskan imunisasi dasar lengkap, dan meningkatkan cakupan imunisasi. Vaksin ini lebih praktis dan memberikan perlindungan komprehensif,” ujarnya.
Namun capaian imunisasi dasar lengkap Kabupaten Sumbawa disebut masih perlu menjadi perhatian. Data tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan signifikan: dari 89,5 persen pada 2023, turun menjadi 70,7 persen pada 2024, dan hingga Oktober 2025 baru mencapai 56,8 persen—jauh dari target nasional sebesar 95 persen.
“Jika cakupan ini tidak segera ditingkatkan, risiko anak-anak terpapar penyakit yang sebenarnya dapat dicegah akan semakin besar,” tegasnya.
H Sarip juga menyoroti pentingnya imunisasi dalam mendukung eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada 2030. Selain itu, imunisasi dasar lengkap disebut berperan besar dalam mencegah stunting.
“Anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Karena itu, kepatuhan jadwal imunisasi adalah langkah nyata pencegahan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif hadir di posyandu serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi keliru terkait imunisasi. “Ini tugas bersama. Desa harus meningkatkan cakupan imunisasi setinggi mungkin,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya menegaskan, bahwa imunisasi merupakan fondasi kesehatan anak bangsa. Ia menyebut imunisasi Heksavalen sebagai terobosan penting yang tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga meringankan beban anak melalui pengurangan jumlah suntikan.
“Hari ini kita tidak sekadar berkumpul untuk seremonial, tetapi untuk memperkuat pondasi kesehatan generasi masa depan. Heksavalen melindungi anak dari enam penyakit serius dalam satu suntikan,” tegasnya.
Wabup mengingatkan bahwa pencegahan selalu lebih baik dibanding pengobatan. Ia menyampaikan kisah seorang anak di daerah terpencil yang mengalami kelumpuhan akibat polio karena tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
“Satu anak yang tidak terlindungi adalah ancaman bagi kita semua,” ujarnya.
Sebaliknya, ia mengapresiasi beberapa desa di Sumbawa yang telah mencapai cakupan imunisasi dasar hingga 95 persen dan berhasil menekan kasus difteri serta tetanus dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan perubahan berarti.
Wabup juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk aktif melawan hoaks mengenai imunisasi.
“Mari buang jauh-jauh hoaks dan ketakutan. Kita bicara dengan ilmu, data, dan niat baik,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, berkomitmen menjadikan kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Introduksi imunisasi Heksavalen diharapkan mampu memberikan perlindungan merata bagi seluruh anak, termasuk di wilayah terpencil.
Di akhir sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan NTB, tenaga kesehatan, serta mitra seperti GAVI yang mendukung kemajuan kesehatan anak di Sumbawa. Dengan sosialisasi ini, pemerintah berharap cakupan imunisasi dasar lengkap dapat meningkat signifikan. Sehingga generasi Sumbawa tumbuh lebih sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya. (DS/02)

