Pemda Sumbawa Kembangkan Penangkaran Komersial Rusa di Bangkong

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen dalam pelestarian sekaligus pengembangan potensi ekonomi satwa khas daerah, yakni rusa Sumbawa (Cervus timorensis). Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Pemda Sumbawa mulai merintis pembangunan penangkaran komersial rusa di kawasan Holding Ground Bangkong Kecamatan Labuhan Badas.

Kepala DPKH Sumbawa, Saifuddin, S.P, Kamis (13/11/2025), menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tiga program besar pelestarian rusa Sumbawa, yang dilaksanakan pada penghujung tahun anggaran 2025.

“Kami ingin mengembangkan penangkaran rusa secara berkelanjutan. Tidak hanya untuk pelestarian, tetapi juga untuk tujuan ekonomi dan edukatif,” ujarnya.

Saifuddin merinci tiga program utama yang dijalankan DPKH dalam menjaga keberlangsungan populasi rusa di Bumi Samawa, yakni pelepasliaran sekitar 30 ekor rusa di kawasan Mata Jitu, Pulau Moyo, dengan pengawasan ketat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kemudian, pembangunan sanctuary berupa kandang perlindungan bagi rusa di kawasan konservasi. Terakhir, pendirian penangkaran komersial oleh Pemda Sumbawa di kawasan Holding Ground Bangkong Labuhan Badas.

Untuk mendukung pelaksanaan program penangkaran komersial tersebut, Pemda Sumbawa mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta melalui APBD Perubahan (APBDP) 2025. Dana ini akan digunakan untuk membangun fasilitas dasar, termasuk kandang khusus dan area pakan bagi puluhan ekor rusa.

“Kegiatan pembangunan penangkaran akan dimulai pada November hingga Desember 2025. Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menjadikan rusa Sumbawa sebagai komoditas unggulan daerah,” jelas Saifuddin.

Kawasan Holding Ground Bangkong yang memiliki luas sekitar 8 hektare akan difungsikan sebagian untuk fasilitas penangkaran dan pembibitan rusa. Lokasi ini dinilai strategis karena mudah dijangkau dan telah memiliki infrastruktur dasar yang memadai.

Lebih jauh, Saifuddin menjelaskan bahwa penangkaran komersial berbeda dengan konservasi murni. Tujuan utamanya adalah membudidayakan rusa secara profesional guna menghasilkan nilai ekonomi dari berbagai produk turunannya.

“Penangkaran komersial ini diarahkan untuk menghasilkan daging rusa (venison) yang rendah lemak dan tinggi protein, tanduk muda atau velvet antler yang banyak digunakan dalam pengobatan dan kosmetik, serta wisata edukatif dan penjualan bibit rusa,” terangnya.

Selain itu, pengembangan penangkaran ini juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal melalui sistem kemitraan atau koperasi, serta memperluas potensi wisata alam Kabupaten Sumbawa.

“Rusa adalah ikon Sumbawa. Melalui penangkaran komersial, kita ingin menjadikannya sumber kebanggaan sekaligus kesejahteraan masyarakat,” pungkas Saifuddin. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts