Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mendorong percepatan penanganan penurunan bahu jalan di sekitar Jembatan Ai Bari 3, jalur strategis Samota. Menyusul hasil peninjauan lapangan, yang menunjukkan adanya kerusakan pada titik tersebut.
Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), untuk menindaklanjuti kondisi tersebut. Saat ini, pihak balai tengah melakukan survei teknis, guna menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kita lanjut dari hasil peninjauan lapangan terkait penurunan di bahu jalan atau kriteria Jembatan Ai Bari 3 di jalur Samota. Balai jalan sedang melakukan survei, dan karena lokasi ini belum tersedia anggarannya, mereka akan mendesain apa yang perlu dibangun, direhabilitasi, atau diperbaiki,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Menurut Suharmaji, hasil survei tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 yang berkedudukan di Sumbawa. Pemerintah daerah berhara, proses tersebut dapat berjalan cepat. Mengingat urgensi akses jalan tersebut bagi masyarakat.
Ia menegaskan, secara administratif jalur tersebut hingga tahun 2025, masih dalam masa pemeliharaan Balai Jalan. Meski kejadian penurunan terjadi pada 2026, Pemkab Sumbawa memiliki dasar kuat untuk meminta dukungan penanganan dari pihak terkait.
“Alasan kita kuat karena sampai tahun 2025 masih dalam pemeliharaannya balai jalan. Di satu sisi, ini akses ekonomi yang sangat penting. Insyaallah akhir Lebaran atau Idul Fitri masyarakat sudah panen jagung, dan arus distribusi jagung ke kota sangat luar biasa,” katanya.
Jalur Samota diketahui menjadi salah satu akses utama mobilitas barang dan hasil pertanian dari wilayah produksi menuju pusat distribusi di Kota Sumbawa Besar. Jika tidak segera ditangani, penurunan bahu jalan berpotensi mengganggu kelancaran transportasi, terutama saat volume angkutan meningkat pada musim panen.
Pemerintah daerah juga mengusulkan agar penanganan titik tersebut dapat dimasukkan dalam skema Belanja Tidak Terduga (BTT) Kementerian, mengingat kondisi yang bersifat mendesak dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita sudah koordinasi dan survei bersama balai jalan. Karena ini juga perlu kajian teknis lebih lanjut, termasuk perhitungan dan desainnya. Kita minta juga agar bisa dimasukkan dalam BTT kementerian,” tambah Suharmaji.
Pihaknya berharap, hasil survei dan desain teknis dapat segera rampung. Sehingga perbaikan bahu jalan di jalur Samota, dapat dilaksanakan sebelum puncak arus distribusi hasil panen. Demi menjaga kelancaran roda perekonomian daerah. (DS/02)

