2026, Pembangunan RSUD Sering Fokus ke Pelayanan

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Kelanjutan pembangunan fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa di kawasan Sering Kecamatan Unter Iwes, dipastikan tidak dilaksanakan pada tahun 2026. Meski demikian, pembangunan secara keseluruhannya tetap berlanjut. Dimana tahun ini pembangunannya difokuskan pada pelayanan dan pengadaan peralatan.

Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, yang ditemui usai peresmian sejumlah proyek di RSUD Sering, Selasa (20/1/2026), menjelaskan bahwa hingga saat ini pembangunan fisik yang telah diselesaikan baru mencakup sebagian gedung utama. Rencananya, akan dibangun 12 gedung di kawasan RSUD tersebut.

“Yang sudah tuntas baru sebagian Gedung A di bagian depan, serta lanjutan Gedung C dari sisi depan hingga ke area ini. Sementara Gedung A sendiri masih menyisakan sekitar sembilan gedung lagi yang belum terbangun,” jelasnya.

Ia merinci, sejumlah gedung yang belum terealisasi tersebut meliputi gedung perawatan pasien kelas III, II, dan I yang direncanakan berada di lantai tiga, serta lima gedung lain di lantai dua. Gedung-gedung tersebut antara lain diperuntukkan bagi instalasi laundry, kamar jenazah, fasilitas penunjang kesehatan, hingga ruang perawatan VVIP.

Untuk menuntaskan seluruh pembangunan RSUD Sumbawa di Sering, dibutuhkan anggaran yang tidak kecil. Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan dana mencapai sekitar Rp300 miliar. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat pembangunan lanjutan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Harapan kami, pemerintah daerah akan terus melobi pemerintah pusat agar mendapatkan dukungan anggaran.

Skemanya nanti bisa melalui APBN dan APBD dengan sistem sharing,” ujarnya.
Selain mengandalkan APBN, pemerintah daerah juga membuka peluang pembiayaan alternatif. Diantaranya melalui pinjaman ke lembaga keuangan, atau perbankan daerah, serta skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Seluruh opsi tersebut, menurutnya, masih dalam tahap kajian untuk menentukan skema pembiayaan yang paling memungkinkan dan berisiko rendah bagi daerah.

Meski demikian, untuk tahun 2026 dipastikan belum ada alokasi anggaran pembangunan fisik baru di kawasan RSUD Sering. Fokus pemerintah daerah pada tahun ini lebih diarahkan pada penguatan layanan melalui penyediaan peralatan medis, khususnya untuk layanan KJSU (kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi) yang bersumber dari dukungan pemerintah pusat.

“Untuk bangunan memang belum ada lanjutan tahun ini. Tapi ruangan sudah kita siapkan, tinggal peralatannya yang akan masuk,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ketiadaan pembangunan fisik tidak berarti proyek RSUD Sering berhenti sepenuhnya. Beberapa gedung yang telah selesai tetap dioperasikan secara bertahap. Salah satu contohnya adalah Gedung H yang kini telah difungsikan sebagai rumah sakit jiwa dan mulai melayani pasien.

“Ini bukan pembangunan yang stagnan. Kita tidak ingin membangun gedung tanpa diiringi kesiapan layanan dan peralatan. Prinsipnya adalah pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts