Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP, memaparkan capaian 12 program unggulan pemerintahan Jarot–Ansori, dalam pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Senin (30/3/2026). Program-program tersebut didominasi sektor infrastruktur dan investasi sebagai fondasi pembangunan daerah.
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, menjadi momentum penyampaian berbagai prioritas pembangunan yang menyentuh sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa 12 program unggulan tersebut merupakan fokus utama pemerintah daerah pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Program-program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat arah pembangunan jangka menengah.
Pada program pertama, pemerintah daerah memprioritaskan penguatan infrastruktur air dan irigasi pertanian guna mendukung ketahanan pangan. Sepanjang 2025, dibangun 12 unit check dam, 17 sumur dangkal, 39 sumur bor, jaringan irigasi perpipaan sepanjang 3.875 kilometer, serta 27 unit jaringan irigasi usaha tani dengan total anggaran lebih dari Rp16,8 miliar.
Program kedua difokuskan pada peningkatan pendapatan daerah. Pada tahun 2025, pendapatan daerah tercatat meningkat 11,13 persen, dari sekitar Rp2,1 triliun menjadi Rp2,34 triliun sebagai bagian dari penguatan kapasitas fiskal daerah.
Selanjutnya, program ketiga menyasar peningkatan kualitas infrastruktur jalan untuk mencapai target jalan mantap sebesar 80 persen. Berbagai kegiatan seperti rehabilitasi, pemeliharaan rutin, dan pembangunan jalan usaha tani dilaksanakan dengan total anggaran sekitar Rp129,6 miliar.
Pada program keempat, pemerintah daerah mendorong penciptaan tenaga kerja unggul melalui pelatihan keterampilan bagi 122 peserta di berbagai bidang, antara lain alat berat, barista, tata boga, desain grafis, hingga pengelasan, dengan dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Program kelima diarahkan pada penguatan industrialisasi dan peningkatan investasi. Sejumlah proyek strategis mulai berjalan, seperti hilirisasi ayam terintegrasi di Serading senilai Rp1,3 triliun, pengembangan akuakultur udang di Moyo Utara sebesar Rp2,1 triliun, serta industri garam di wilayah Plampang dan Empang dengan potensi investasi mencapai Rp2,5 triliun.
Pada program keenam, pemerintah membentuk satuan tugas pengamanan benih, pupuk, dan harga komoditas melalui komisi pengawasan serta tim respon cepat guna menjaga stabilitas sektor pertanian.
Program ketujuh menyasar perlindungan pekerja rentan. Tercatat lebih dari 21.736 pekerja bukan penerima upah telah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, program kedelapan berupa pemberian insentif kepada lebih dari 600 tokoh agama, terdiri dari imam masjid, guru ngaji, dan penyuluh agama, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Program kesembilan berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui bantuan kepada 145 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta 79 industri kecil, disertai pembinaan terhadap 110 UMKM melalui program Bale Berdaya.
Pada program kesepuluh, pemerintah daerah melakukan penataan lingkungan dan kawasan perkotaan, termasuk penanganan kawasan kumuh Jempol lanjutan senilai Rp11 miliar, serta perencanaan pengembangan kawasan strategis seperti Saliper Ate–Pantai Goa dan Pulau Bungin.
Program kesebelas berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) melalui tambahan penghasilan. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan fiskal daerah.
Adapun program kedua belas menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa serta pelaksanaan program pendidikan, seperti Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 tidak terdapat pelaksanaan tugas pembantuan di Kabupaten Sumbawa seiring perubahan kebijakan penganggaran dari pemerintah pusat.
Mengakhiri penyampaiannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada DPRD, TNI-Polri, partai politik, serta seluruh masyarakat Sumbawa atas dukungan dalam menjaga kondusivitas daerah dan kelancaran pembangunan.
“Melalui program-program ini, kami berkomitmen membangun fondasi yang kuat bagi kemajuan Kabupaten Sumbawa kedepan,” ujarnya. (DS/02)

